Hakekat Silaturrahim dalam Al quran dan Hadist

Hakekat Silaturrahim dalam Al quran dan Hadist – Kata “Rahim” secara bahasa berarti lembut dan kasih sayang. Di dalam firman Allah surat Al-Anbiya’ ayat 107 yang berbunyi: “Dan tiadalah kami mengutus kamu melainkan untuk menjadi Rahmat bagi semesta alam”. Kata Rahmat bagi semesta jika dituliskan ke dalam bahasa Arab menjadi Tarahhama ‘alaihi. Kalimat Tarahhama ‘alaihi dapat diartikan dengan arti mendoakan seseorang agar mendapatkan rahmat.

Hakekat Silaturrahim dalam Al quran dan Hadist

Imam Al-Azhari berpendapat bahwa Ar-Rahim adalah lembut dan kasih sayang. Orang-orang yang bisa dikatakan lembut dan kasih sayang adalah orang-orang yang memiliki hubungan kekerabatan atau orang yang memiliki hubungan nasab dengan kita seperti halnya hubungan kekerabatan dekat antara seorang bapak dan anaknya yang terjalin dengan rasa kasih sayang.

Allah SWT berfirman di dalam surat An-Nisa ayat 1 yang berbunyi:

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri (Adam) dan daripadanya Allah menciptakan istrinya (Hawa). Dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain dan peliharalah hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”. (An-Nisa’ : 1)

Keluarga adalah pondasi utama dalam membangun hubungan kekerabatan. Hubungan kekerabatan dalam keluarga merupakan hubungan kekerabatan yang paling mendasar, oleh sebab itu jagalah hubungan kekerabatan itu, jangan sampai terputus karena sesungguhnya Allah itu memuji manusia berdasarkan ikatan kekerabatannya.

Bertakwalah kepada Allah, berlindunglah kepada Allah di bawah kebesarannya, dan tumbuhkanlah rasa takwa di antara keluarga agar hubungan kekerabatan tetap terbina dengan baik. Binalah hubungan silaturrahim dengan niat ikhlas semata-mata hanya karena Allah.

Berusahalah untuk selalu memuliakan silaturrahim dan jadikanlah setiap hubungan kita dengan orang lain terlebih-lebih dalam hubungan kekerabatan di bawah naungan keutamaan silaturrahim. Di antara anjuran-anjuran silaturrahim, akan diuraikan pada ayat di bawah ini. Firman Allah dalam surat An-Nisa ayat 1:

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri (Adam) dan daripadanya Allah menciptakan istrinya (Hawa). Dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain dan peliharalah hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”. (An-Nisa’: 1)

Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Imam Tirmidzi Radhiyallahu’anhuma juga menyatakan: Rasulullah SAW bersabda yang artinya : “Tidak akan  masuk surga orang yang memutuskan silaturrahim”.

Berdasarkan firman Allah dan hadits di atas, pada prinsipnya kita sangatlah dianjurkan untuk selalu bersilaturrahim. Oleh sebab itu, apabila kita ingin mengunjungi saudara atau teman kita, hendaklah kita niati dengan niat silaturrahim agar amal perbuatan yang kita lakukan tidaklah sia-sia dan bermanfaat bagi diri kita sendiri dan terlebih bagi orang lain.

Demikian info tentang Hakekat Silaturrahim dalam Al quran dan Hadist semoga bermanfaat.

Sumber: Rahasia Dahsyatnya Silaturrahim, Amin Ahmadi

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.