Makna dan Pengertian Silaturrahim

Makna dan Pengertian Silaturrahim – Secara etimologi, kata “Silaturrahim” berasal dari bahasa Arab yang terdiri dari dua kata yakni kata “Shilah” dan “Rahim”. Kata “Shilah” berasal dari akar kata “Wa-shala-Yashilu-Shilatan” yang mempunyai makna menjalin atau menghubungkan. Sementara itu kata “Rahim” berasal dari kata “Rahima” yang mempunyai makna kasih sayang atau menyayangi.

Makna dan Pengertian Silaturrahim

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa arti dari keseluruhan kata Silaturrahim adalah menjalin kasih sayang atau untuk lebih jelasnya kata Silaturrahim dapat diartikan secara luas yang berarti menjalin hubungan kekerabatan (keluarga, teman, sahabat) dengan rasa kasih sayang disertai dengan niat ikhlas semata-mata hanya untuk mengharapkan ridla dari Allah SWT.

Di dalam kitab Tuhfatul Ahwadhi, makna silaturrahim juga dinyatakan secara jelas yakni “memberikan apa saja yang mungkin diberikan dari segala bentuk kebaikan, serta menolak apa saja yang mungkin bisa ditolak dari bentuk keburukan sesuai dengan kemampuan”.

Dari pernyataan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa memberikan sesuatu kepada orang lain untuk hal kebaikan dan menolak sesuatu dari orang lain dalam hal kejelekan, itu juga termasuk silaturrahim.

Silaturrahim dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, tetapi harus diingat ketika kita melakukan silaturrahim itu harus disertai dengan niat ikhlas agar semua yang kita lakukan dalam menjalankan silaturrahim tidaklah sia-sia, dan yang paling penting agar barokah dari silaturrahim yang kita lakukan dapat bermanfaat bagi orang lain dan terutama bagi diri kita sendiri.

Silaturrahim akan sangat bermanfaat bagi kita sendiri apabila kita melakukannya dengan benar dan disertai dengan niat ikhlas semata-mata hanya karena Allah SWT. Silaturrahim juga tidak terbatas hanya kepada orang islam saja, tetapi silaturrahim bisa dilakukan dengan orang-orang yang beragama non muslim.

Allah berfirman di dalam surat Al-Mumtahanah ayat 8:

“Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu karena agama dan tidak pula mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil”. (Al-Mumtahanah : 8)

Dan di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Asma’ binti Abi Bakar juga disebutkan bahwa tidak ada larangan dalam hal bersilaturrahim dengan orang-orang yang beragama non muslim. Hadits tersebut yakni:

Asma’ binti Abi Bakar bertanya kepada Rasulullah SAW: “Sesungguhnya ibuku datang dan ia sangat berharap, apakah aku harus menyambung (silaturrahim) dengan ibuku?”. Rasulullah SAW menjawab: “Ya, sambunglah (silaturrahim) dengan ibumu”.

Tetapi dalam hal ini perlu diketahui bahwa ketika kita (sebagai orang islam) melakukan silaturrahim dengan orang-orang non muslim, kita tidak boleh menyayangi dan mencintai mereka. Satu-satunya hal yang diperbolehkan dalam melakukan silaturrahim kepada orang-orang non muslim hanyalah niat karena ingin menyambung tali persaudaraan antar sesama makhluk ciptaan Allah.

Agama Islam adalah agama yang adil karena di dalam agama Islam tidak ada larangan untuk berbuat baik kepada siapa pun, mulai dari berbuat baik kepada kerabat dekat yang suka berbuat maksiat, bahkan hingga kepada orang-orang kafir sekaligus, dengan ketentuan mereka juga berbuat baik kepada kita, tetapi ketika mereka tidak berbuat baik kepada kita, kita boleh melawannya.

Demikian info tentang Makna dan Pengertian Silaturrahim semoga bermanfaat.

Sumber: Rahasia Dahsyatnya Silaturrahim, Amin Ahmadi

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.