Silaturrahim dengan Para Ahli Maksiat

Silaturrahim dengan Para Ahli Maksiat – Sebagian orang masih sering salah dalam memahami makna silaturrahim dengan para ahli maksiat. Kebanyakan dari mereka mengira bahwa silaturrahim dengan para ahli maksiat berarti mencintai dan menyayangi mereka, bersama-sama duduk dalam satu majelis dengan mereka, makan bersama-sama dengan mereka serta bersikap lembut dengan mereka, ini semua adalah tidak benar.

Silaturrahim dengan Para Ahli Maksiat

Islam tidak melarang umatnya untuk berbuat baik kepada kerabat dekat atau orang-orang yang suka berbuat maksiat, bahkan hingga kepada orang orang kafir. Allah berfirman:

“Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangi kamu karena agama dan tidak pula mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil”. (Al-Mumtahanah : 8)

Demikian pula sebagaimana yang telah disebutkan di dalam sebuah hadits yang pernah diriwayatkan oleh Asma’ binti Abu Bakar yang menanyakan kepada Rasulullah SAW tentang hal bersilaturrahim kepada ibunya yang musyrik. Dalam hadits tersebut disebutkan:

“Aku bertanya: ‘sesungguhnya ibuku datang dan ia sangat berharap, apakah aku harus menyambung (silaturrahim) dengan ibuku?’. Kemudian Rasulullah SAW menjawab: ‘Ya, sambunglah silaturrahim dengan ibumu’.”

Tetapi perlu diketahui juga, ketika kita bersilaturrahim dengan mereka (para ahli maksiat), itu bukan berarti harus saling mencintai dan menyayangi, duduk-duduk satu majelis dengan mereka, bersama-sama makan dengan mereka serta bersikap lembut dengan orang-orang yang suka berbuat maksiat (para ahli maksiat).

Allah SWT berfirman:

“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, atau pun keluarga mereka”. (Al-Mujadilah: 22)

Makna ayat tersebut sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Ar-Razi bahwasanya ia mengatakan bahwa iman tidak akan bertemu dengan cinta yang ditujukan kepada musuh-musuh Allah dikarenakan bahwa jika seseorang mencintai orang lain maka secara otomatis ia tidak akan mencintai musuh orang yang dicintainya.

Silaturrahim yang kita jalin dengan mereka (para ahli maksiat) adalah dalam upaya untuk menghalangi mereka agar tidak mendekat kepada neraka dan tidak menjauh dari surga, juga untuk menjalin mereka agar mau kembali pada jalan yang lurus.

Demikian info tentang Silaturrahim dengan Para Ahli Maksiat semoga bermanfaat.

Sumber: Rahasia Dahsyatnya Silaturrahim, Amin Ahmadi

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.