Silaturrahim merupakan wasiat Nabi Muhammad SAW

Silaturrahim merupakan wasiat Nabi Muhammad SAW – Menyambung tali persaudaraan atau silaturrahim merupakan wasiat Rasulullah SAW sebelum beliau wafat. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah haditsnya yang diriwayatkan oleh imam Baihaqi serta dinyatakan shahih oleh Imam Albani. Hadits tersebut yakni:

Silaturrahim merupakan wasiat Nabi Muhammad SAW

Takutlah kepada Allah dan sambunglah tali silaturrahim” (HR. Baihaqi, dinyatakan shahih oleh Syaikh Al Albani). Selain hadits ini, hadits di bawah ini juga berisikan hal yang sama tentang wasiat atau pesan dari Rasulullah SAW.

Hadits tersebut yakni: Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia menyambung tali silaturrahim”. (HR. Bukhari)

Ada sebuah hadits lain yang juga berisikan tentang pesan baginda Rasulullah SAW sebelum beliau wafat.

Rasulullah SAW bersabda, “Sebarkan salam, sambunglah tali silaturrahim, shalatlah di malam hari di saat manusia terlelap tidur, niscaya kamu akan masuk surga dengan selamat”. (HR. At-Tirmidzi dan lbnu Majah).

Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada hal yang dapat menolak takdir kecuali doa dan tidak ada sesuatu hal yang dapat menambah umur kecuali amal kebaikan (taat) dan adakalanya seseorang itu tidak mendapat rezeki karena berbuat dosa”.

Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada perbuatan baikyang lebih cepat pahalanya daripada menghubungi keluarga dan tiada dosa yang layak disegerakan pembalasannya di dunia di samping siksanya kelak di akhirat seperti memutuskan hubungan kekeluargaan dan berlaku dzalim dan aniaya.

Selain merupakan wasiat dari Rasulullah (Nabi Muhammad SAW), silaturrahim juga dapat menjadi benteng di dalam kubur. Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya jenazah akan mendengar suara terompah kalian ketika kalian pergi meninggalkannya. Apabila ia seorang mukmin, maka (pahala) shalat berada di kepalanya, (pahala) zakat berada di sebelah kanannya, (pahala) puasa berada di sebelah kirinya.

Sedangkan (pahala) amalan-amalan kebaikan berupa sedekah, silaturrahim, kemakrufan, dan berbuat baik kepada manusia akan berada di kakinya. Ia akan didatangi (malaikat) melalui kepalanya, maka shalat berkata, “Tiada pintu masuk dari arahku”. Lalu ia didatangi melalui sebelah kanannya, maka zakat berkata, “Tiada pintu masuk dari arahku”.

Lalu ia didatangi dari sebelah kiri, maka puasa berkata, “Tiada pintu masuk dari arahku”. Lalu ia didatangi oleh kedua kakinya, maka amalan-amalan kebaikan berkata, “Tiada pintu masuk dari arahku”. Kemudian dikatakan kepada si mayit, “Duduklah!” (HR. Ibnu Hibban, dihasankan oleh Al Albani).

Dari hadits tersebut kita dapat mengambil pelajaran bahwa silaturrahim juga dapat dijadikan pelindung atau benteng seseorang kelak di dalam kubur (ketika orang tersebut sudah meninggal).

Demikian info tentang Silaturrahim merupakan wasiat Nabi Muhammad SAW semoga bermanfaat.

Sumber: Rahasia Dahsyatnya Silaturrahim, Amin Ahmadi

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.